Mukesh Ambani, 1 Dari 100 CEO Terbaik di Dunia
PUTRICANDRAMIDI - Status Mukesh Ambani sebagai konglomerat terkaya di India rupanya masih belum memudar. CEO dari Reliance Industries ini bahkan semakin menunjukkan perkembangan bisnis yang semakin pesat. bersama perusahaannya, pria berumur 53 tahun ini berhasil menciptakan tender-tender dan strategi penting dalam setahun terakhir. Beberapa di antaranya ialah dengan membeli saham dari 3 perusahaan energi AS dengan jumlah nominal sebesar 3,3 miliar dollar. Selain itu, baru-baru ini ia juga membeli 14% dari keseluruhan jumlah saham East India Hotels dengan nilai nominal seharga 220 juta dollar. Menurut Forbes, jumlah kekayaannya sebesar 27 miliar dollar (Rp 243 triliun). Di pertengahan tahun ini, Forbes juga menganugerahi Mukesh Ambani sebagai orang terkaya di Asia untuk saat ini.
Untuk peringkat kedua ditempati oleh "Raja Baja", Lakshmi Mittal. Nama Laksmi Mittal dikenal sebagai CEO AncelorMittal yang merupakan produsen besi baja terbesar di dunia saat ini. Di awal tahun ini, AncelorMittal telah meningkatkan investasinya sebesar 4 miliar dollar guna menggenjot produksi bajanya hingga mencapai 100 juta ton di tahun 2015. Selain itu, perusahaan baja tersebut juga telah bekerjasama dengan BHP Biliton guna membangun pabrik baja di Liberia. Pria yang kini berdomisili di Inggris ini tercatat memiliki kekayaan senilai 26,1 miliar dollar (Rp 234,9 triliun). Selain itu, Laksmi Mittal juga dikenal sebagai penggila olahraga, dimana hobinya tersebut diperlihatkan dalam kegiatan sebagai sponsor terselenggaranya GP F1 dan juga membeli saham dari klub sepakbola Inggris, Crystal Palace.
Dan di posisi ketiga ditempati oleh "Bill Gates"-nya India, Azim Premji. Azim Premji merupakan CEO dari Wipro, salah satu produsen software komputer terbesar di India. Pesatnya perkembangan dunia IT di India merupakan salah satu sumbangsih yang dihasilkan dari Wipro. Sejak bekerjasama dengan IBM pada tahun 1975, Wipro semakin berkembang dengan menjadi salah satu penyokong software komputer terbesar di India dan juga Asia. Bahkan kini beberapa produsen ponsel dunia seperti Alcatel, Nokia, Cisco dan Nortel menjadi klien software Wipro di pasar ponsel India. Menurut Forbes, jumlah kekayaan Azim Premji sebesar 17,6 miliar dollar (Rp 158,4 triliun). Selain sebagai konglomerat, Azim Premji juga dikenal sebagai philantrophis. Sebagai bukti ia membangun The Azim Premji Foundation yang memfokuskan kepada pertolongan bagi sektor pendidikan rakyat miskin.
Di urutan pertama, CEO Apple Inc Steve Jobs dinobatkan menjadi yang terbaik menyisihkan bos-bos perusahaan elit lainnya. Di peringkat kedua terpilih CEO Samsung Electronic Yun Jong-yong, diikuti CEO perusahaan gas Rusia Gazprom Alexey B Miller, dan di urutan keempat CEO Cisco System John T Chambers.
Dalam survei tersebut, rata-rata CEO yang masuk 100 besar berusia 52 tahun dan menduduki orang nomor satu di perusahaan masing-masing minimal enam tahun.CEO Asia lain yang menempati 10 terbaik CEO dunia ialah Mukesh D Ambani, pimpinan Reliance Industries, yang ada di urutan kelima.
"Para CEO ini dinilai berdasarkan sumbangsih mereka atas hasil dalam jangka panjang. Rata-rata dari 50 CEO memberi hasil kepada perusahaan sebesar 32 persen per tahun," kata HBR. HBR menambahkan, para CEO itu dinilai berhasil mengurangi efek buruk industri dengan tingkat pengembalian tahunan 30 persen.
Secara absolut, dalam 50 besar CEO itu bisa meningkatkan kekayaan pemegang saham rata-rata USD48,2 miliar. Uniknya lagi, dalam survei HBR, tingkat pendidikan atau keahlian akademis tidak berkorelasi dengan pencapaian dalam bisnis. Harvard mencontohkan, dari lima besar CEO terbaik,tiga CEO yakni Steve Jobs,Yun Jong-Yong,dan Alexey Miller tidak memiliki gelar akademis di bidang bisnis seperti MBA (master business administration).
Hanya Ambani dan Chambers yang bergelar MBA. Survei tersebut juga menyatakan bahwa kinerja CEO yang berasal dari kalangan internal perusahaan memiliki potensi lebih baik untuk mengembangkan perusahaannya. "CEO yang dipromosikan dari dalam perusahaan cenderung memiliki kinerja lebih kuat daripada yang dibawa dari luar," kata HBR.
Para CEO yang masuk daftar terbaik adalah mereka yang memimpin perusahaan pada periode 1996 - 2008 dan dianggap memberikan kontribusi positif kepada perusahaannya. Tak heran jika dari 10 besar CEO terbaik tidak seorang pun berasal dari China. H
Hal ini karena, posisi perusahaan-perusahaan China melakukan ekspansi pasca-2007 bahkan setelah krisis terjadi di akhir 2008. Periode waktu itu pula yang menyebabkan CEO-CEO papan atas lainnya seperti Bill Gates (Microsoft), Jack Welch (General Electric), Warren Buffet (Berkshire Hathaway’s), dan Larry Ellison (Oracle) tidak masuk daftar terbaik.
Terpilihnya Steve Jobs dalam urutan teratas CEO terbaik versi Harvard tidaklah terlalu mengherankan. Peranti-peranti telekomunikasi yang diciptakan perusahaannya mendapat sambutan yang baik dari pasar.
Sebut saja misalnya komputer Macintosh yang inovatif dan telepon seluler iPhone, serta pemutar musik iPod yang revolusioner. Sedangkan CEO Samsung Yun Jong-yon dinilai telah membuat keputusan penting pada kurun waktu 1996 - 2008.
Selama kurun waktu tersebut Yun berhasil membawa Samsung membuat televisi layar datar berpengaruh, produsen telepon seluler terbesar nomor dua di dunia dan produsen media penyimpanan (memory chip) terbesar. Yun yang meletakkan jabatannya tahun lalu juga mendapat penghargaan sebagai "Asia Businessman of The Year 2000" dari majalah Fortune, "Asia Business Leaders Award 2002" dari CNBC dan "Top 25 Manager of The Year 2003" dari majalah Business Week.
"Kami mengukur kinerja berdasarkan standar yang ketat, tujuan, realitas pemegang saham dan perubahan nilai pasar," kata HBR dalam laporannya. CEO lainnya yang termasuk 10 besar adalah John C Martin (Gilead Sciences), Jeffrey P Bezos (Amazon. com), Margaret C Whitman (EBay), Eric E Schmidt (Google), dan Hugh Grant (Monsanto). (fn/vb/ok)
Berita Lainnya :
| Berita Unik Terupdate Beritaunik.info |
| Tips Motivasi Indotips.info |
| LowKer TerKini Indokarir.info |
0 komentar:
Posting Komentar